Nak, matikan lampu kamarmu. Tarik selimut hangat itu. Sebelum memejamkan mata, mari kita dengarkan bisikan dari Pohon Tua di tengah padang sunyi.

Di sebuah padang rumput yang sangat luas, hiduplah sebatang pohon tua sebagai satu-satunya tanaman yang bermukim di sana. Dari kejauhan, Ia tampak sendirian, berdiri kokoh di bawah langit yang tak bertepi.
Semua orang mengira kalau pohon tua itu pasti sangat kesepian. Mereka mengasihaninya. Bagaimana mungkin ia tidak kesepian,karena tidak ada teman di dekatnya untuk diajak berbicara.
Burung Kecil Yang Penasaran
Suatu pagi, seekor burung kecil terbang dan hinggap di salah satu dahannya yang paling kokoh. Burung itu berbisik, “Pohon Tua, apakah kamu tidak sedih tinggal sendirian?”
Mendengar pertanyaan dari burung kecil itu, ia pun tersenyum—senyum dan sedikit bergoyang membuat daun-daunnya bergemerisik perlahan.
Pohon Tua itu lantas menjawab pertanyaan si Burung Kecil, Nak,” suaranya terdengar merdu seperti angin lembut, “Saya tidak pernah merasa sendirian.”
Burung kecil itu pun bingung, ia tidak mengerti dengan jawaban tersebut, Tampaknya ia butuh penjelasan yang lebih jauh’
Mengapa Pohon Tua Tidak Merasa Kesepian?
Demi menyadari ketidak pahaman burung kecil, maka pohon tua itu pun berusaha menjelaskannya lebih rinci. “Aku tidak pernah merasa kesepian karena aku terhubung dengan alam. Lebih erat dari yang kamu bayangkan.”
Pohon Tua itu Terhubung Dengan Alam Melalui 3 Bagian sebagai berikut,
- Melalui Akar yang Mendalam: “Lihatlah ke bawah,” kata Pohon Tua. “Akarku memeluk erat Bumi. Aku merasakan denyut air yang mengalir, bisikan cacing di tanah, dan kehangatan batu yang tersembunyi. Aku terhubung dengan kehidupan di bawah sana.“
- Melalui Dahan yang Membuka: “Dahanku,” lanjut Pohon Tua, “bukan hanya milikku. Ia adalah tempat beristirahat bagi kawanan burung yang bermigrasi, ia adalah payung bagi domba yang kepanasan, dan ia adalah tangga bagi tupai yang mencari kacang. Aku terhubung dengan makhluk yang membutuhkan rumah.“
- Melalui Daun yang Berbisik: “Ketika angin datang, daun-daunku menari. Itu bukan sekadar gerakan, Nak, itu adalah bahasa. Kami bercerita tentang cuaca, tentang rintik hujan, dan tentang awan yang melintas. Aku terhubung dengan kekuatan tak terlihat di alam semesta.“
Pohon Tua melanjutkan, “Aku tidak melihat diriku sebagai satu pohon, melainkan sebagai pusat dari banyak kehidupan. Aku tidak sendirian. sAku adalah Rumah.”
Burung kecil itu akhirnya mengerti. Ia menyadari bahwa kesendirian hanyalah sebuah cara pandang.
Pesan Bunda untukmu Malam Ini
Nak, kita semua seperti Pohon Tua Mungkin kamu merasa sendirian di kamarmu saat ini. Mungkin kamu merasa terputus dari dunia. Tetapi ingatlah: Akarmu (keluargamu, masa lalumu) selalu menopangmu. Dahanmu (kebaikan, karya, dan senyummu) selalu menjadi tempat berlindung bagi orang lain. Daunmu (perasaan dan doa-doamu) selalu berbicara dengan semesta.
Kamu tidak pernah sendirian, Nak. Kamu adalah sebuah dunia kecil, dan Bunda berterima kasih kamu ada Pejamkan matamu. Rasakan koneksi itu.
Selamat tidur, dan sampai jumpa esok hari.