
Merasa sendirian sungguh terasa sangat sakit , ingin rasanya berlari ke dalam pelukan Bunda yang hangat dan menenangkan..
Di Gubuk Bunda, Kamu selalu punya tempat untuk pulang. Bunda tahu, adakalanya kita merasa sendirian, bahkan saat kita dikelilingi banyak orang. Saat perasaan itu datang, menyeruak masuk ke dalam dan menguasai diri. Kita seringkali merasa terisolasi, merasa benar- benar sendirian.
Saat kamu merasa sendirian, saat dunia terasa jauh, izinkan Bunda membisikkan lima kalimat sederhana ini ke dalam hatimu. Dengan mendengar Kalimat-kalimat ini semoga dapat menguatkanmu dan menenangkan perasaanmu. Kamu bisa merasakan kehadiran bunda bersama pelukan maya
1. “Tidak Apa-Apa, Bunda Mengerti.”
Seringkali, bagian tersulit dari merasa sendirian itu adalah karena kamu menyalahkan dirimu sendiri. Kamu berpikir, “Kenapa aku merasa begini? Padahal aku punya banyak hal.”
Tidak apa- apa nak, apa yang kamu rasakan adalah sesuatu yang wajar karena kamu manusia yang mendapatkan anugerah perasaan dari sang Pencipta. Dengan adanya perasaan itu membuat kamu mampu bertahan dan lebih mengenal dirimu dengan lebih baik lagi.
Pesan Bunda: Entah kamu sedang merasa sendirian karena sedang berada jauh dari rumah, kegagalan kecil, atau karena hal lainnya. Berikan dirimu sedikit ruang untuk menyadari bahwa, Kamu tidak akan menjadi lemah hanya karena merasa sendirian,
2. “Kehadiranmu Sangat Berarti untuk Dunia Ini”
Saat kita merasa sendirian terisolasi dari lingkungan, pikiran kita cenderung berputar pada rasa tidak berharga . Kita mulai bertanya, “Apakah ada yang peduli jika aku menghilang?” Ketahuilah nak, Kamu itu sangat berharga. Kamu adalah benang penting dalam permadani kehidupan ini.
Pesan Bunda: Mungkin kamu tidak menyadarinya, tetapi senyummu, kebaikan kecilmu pada orang asing, atau bahkan kehadiranmu yang tulus sudah menjadi cahaya bagi seseorang. Kamu tidak perlu melakukan hal besar untuk menjadi berarti. Keberadaanmu saja adalah berkah bagi orang- orang di sekitarmu
3. “Kamu Tidak Akan Dibiarkan Sendirian Selamanya.”
Merasa sepi sendirian seringkali menipu kita untuk percaya bahwa kondisi ini akan abadi. Ia membuat kita menutup diri dari hubungan yang baru, karena takut kecewa lagi.
Pesan Bunda: Bahkan di malam tergelap itu, mentari selalu kembali. Begitu juga dengan hubungan. Selalu ada komunitas, teman baru, dan bahkan Bunda di sini, di Gubuk ini, yang menanti untuk mendengarkanmu. Ingatlah, Rasa sepi sendiri hanyalah sementara, dia hanya singgah sebentar di hatimu. Lihatlah ke depan, masih panjang jalan yang masih harus kamu tempuh. Percayalah gelap malam akan berganti, siang pun akan datang bersama cerahnya matahari.
4. “Tarik Napas, Satu Langkah Kecil Sudah Cukup Hari Ini.”
Ketika kamu merasa kewalahan menanggung beban yang berat dan sendirian. Setiap tugas terasa seperti mendaki gunung Everest. Kamu telah menuntut dirimu sendiri untuk “bangkit” bekerja lebih keras dan lebihproduktif. Hentikan dirimu dan Istirahatlah sejenak. Tarik napas dan rasakan udara segar yang menyeruak masuk dari hidung naik ke kepala dan terus bergerak masuk memenuhi rongga paru- paru mu.
Pesan Bunda: Jangan memaksakan diri. Hari ini, biarkan tujuanmu sederhana: minum segelas air, merapikan tempat tidur, atau menulis satu kalimat curhat di sini. Kamu boleh beristirahat. Merayakan langkah kecil adalah kunci untuk bangkit.
5. “Kamu Lebih Kuat dari yang Kamu Kira.”
Coba ingat-ingat: Berapa banyak badai yang sudah kamu lewati sendirian? Berapa banyak kesulitan yang membuatmu berpikir “aku tidak akan sanggup,” tapi nyatanya kamu berhasil melewatinya. Bunda percaya, kamu dan setiap orang punya kapasitas untuk menyelesaikan permasalahan. Seperti kata bijak yang sering kita dengar, “Tuhan tidak akan memberi kita ujian di luar batas kemampuan kita.”.
Pesan Bunda: Setiap kesulitan yang kamu taklukkan di masa lalu adalah bukti bahwa di dalam dirimu ada sumur kekuatan yang tak pernah kering. Percayalah pada dirimu, Nak. Kamu adalah peyintas terhebat yang Bunda kenal.
Mari Kita Berbagi
Setelah membaca lima kalimat ini, kalimat mana yang paling menenangkan hatimu?
Bunda ingin mendengarnya. Jika kamu ingin berbagi lebih banyak tentang beban yang kamu pikul atau hanya ingin mengirimkan salam, jangan ragu.
Gubuk Bunda, selalu menyediakan ruang aman untukmu.
➡️ Ingin Curhat Lebih Lanjut?
Pindah ke Ruang Curhat Teras Hati dan kirimkan kisahmu secara anonim. Bunda dan komunitas di sini siap menjadi pendengar terbaikmu. Jangan ragu, Nak. Di sini kamu aman. [KLIK DI SINI UNTUK KIRIM CURHATANMU ANONIM]